Berkata seorang ulama besar bernama Junaidil Bagdadi:
‘barang
siapa naik haji dan ia tidak tahu rahasia/hakikat haji maka tidaklah
diterima/sempurna hajinya,walaupun ia naik haji berkali-kali.
Adapun rahasia haji antara lain adalah :
Berangkat dari negerinya hendaknya dii’tiqadkan meninggalkan dunia, bukan meninggalkan Mamuju umpamanya.
Dikendaraan
hendaknya memperbanyak taubat yang sebenarnya, dan dii’tiqadkan
sebagai orang yang telah berada dalam mudharah/dalam adangan.jadi
hendaknya banyak bersabar dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya.
Tiba di Jeddah bertiqad sudah tiba di akhirat (bukan tiba di tanah arab )
Berihram
lebih dahulu mandi ihram dengan niat sebagai mandi jenazah dan setelah
mengganti pakaian lipatlah pakaian bekas dengan niat telah melipat
dosa-dosa, lalu memakai pakaian ihram dengan niat telah memakai pakaian
mati/kain kafan,karena naik Makkah berhaji itu adalah latihan mati dan
Makkah itu adalah klisenya akhirat.
Shalat dua rakaat shalah
ihram dengan niat “aku sengaja shalat ihram dua rakaatsunnah karena
Allah” disamping diniatkan pula bahwa engkau telah dishalati shalat
jenazah.
Niat ihram ini adalah niat wajib:”wahai Tuhanku saya telah datang menunaikan panggilanmu berumrah dan berhaji “dan yakinlah diterima hajimu.
Setelah
melihat makkah dan masuk kekota mau menuju makkah naik kendaraan
niatkanlah telah naik keusungan untuk dipikul kekubur, setelah mobil
berjalan menuju makkah diperbanyak membaca talbiah
(labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syarikala labbaik innal hamda wanni’matalaka walmulku laa syarika lak) ini orang ramai-ramai teriak membacanya maka kita ikut saja.
Setelah
melihat makkah dan masuk kekota itu kita berniat “inilah negerimu yaa
Tuhan yang ama, amankanlah saya dan haramkanlah kulit saya, daging saya
untuk neraka “.
Masuk ke mesjidil haram: hendaknya melalui
babus salam setelah masuk kepintu itu masuklah dengan memberi salam
kepada Nabi Adam AS sebabnya kubur Adam sebenarnya adalah dibawah
Baitullah.
Masuk mesjid: setelah engkau melihat ka’bah
berhentilah sebentar dan jangan ada gerak dibadan, mata jangan gerak,
tatap terus Baitullah itu dengan niat dalam hati “
..............................................” maka engkau akn
didatangi sebuah kenikmatan yang tak dapat dilukiskan lagi dengan
kata-kata itulah rahasia haji yang besar
Tawwaf/mengitari
Baitullah 7x pada sebelumnya usahakan dahulu mencium hajaratul aswad
dengan ......................., sebab hajaratul aswad itu kibklatnya
mencium ............, dan juga berniat mencium bekas yang dicium
Rasulullah Nabi kita.
Tawwaf pada putaran pertama diniatkan
untuk melepasi dosa ............., putaran kedua untuk melepasi dosa
.................,pada putaran ketiga untuk melepasi dosa
.................,pada putaran yang keempat unutk melepasi dosa
..............,pada putaran kelima untuk melepasi dosa
................., pada putaran keenam untuk melepasi dosa dosa
................, pada putaran ketejuh untuk melepasi dosa di
.................., jadi setiap putaran kita berniat seperti diatas.
Pergi
sa’i antara shofa dan marwa :mula-mula berdiri diatas bukut shafa
menghadap ka’bah mengankat kedua tangan dengan berdo’a:”maafanlah segaa
dosa-dosa saya dan segala kejahatan-kejahatan saya telah saya buang
semua”.
Mulai sa’i dengan niat berjalan diatas ……………………………………..
Pergi meminum air Zam-Zam dengan niat ……………………………….
Tahallul:menggunting
rambut sekurang-kurangnya tiga lembar dengan niat jadikanlah segala
bulu-bulu saya menolak dari api neraka.
Pergi ke arafah setelah
mau kearafah tentu ihram lagi sebagai mana biasa tadi hanya niatnya
sudah memasuki haji besar:aku sengaja berhaji ya Tuhan.
Menuju ke arafah berniat …………………………., sebab makkah itu adalah klisenya akhirat.
Sampai
di arafah ambil tuju buah batu lalu ditanamkan ditempatnya dengan niat
………………….., setiap engkau tanam batu itu engkau baca lagi ……………., jadi
tujuh batu tujuh kali juga baca …………. Sedapat mungkin selama di Arafah
dapat membaca S.Al-Ikhlash ( ﺩﺣﺃﷲﺍﻭﻫﻝﻘ ) sampai akhir 10.000x dengan
niat menebus diri dari api neraka.
Di Muzdalifah hendaknya
berbaring sebentar menghadap ka’bah dengan niat ………………….dan disinilah
tempat memungut batu kerikil 70 untuk dilemparkan sebentar di Mina.
Tiba di Mina berdo’a dengan ikrar telah membuang segala sifat-sifat yang tidak baik dan tidak lagi akan membawa ke negerinya.
Melontar jumrah berniat melontar iblis syaithan penggoda, setiap melontar baca: (bismillaah Allaahu akbar rajman lisy syayaathiin)
Setiap
lepas batu jangan sekali-kali diikuti mata,namun hendaklah dipalingkan
muka karena jangan sampai batu kita tidak diambil oleh malaikat untuk
di angkat ke Baitul Ma’mur sebab setiap haji yang diterima itu diangkat
malaikat batunya ke Baitul Ma’mu, yang tinggal batunya itu adalah
batunya haji yang tidak mabrur atau tidak diterima.
Pamitan
di Baitullah: hendaklah di usahakan mencium Hajaratul aswad ciuman
penghabisan dengan cara: “……………………. ke Hajaratul Aswad dengan niat : “…………………………………………………………………………
(innalladzii farada ‘alaikal qur’aana laraadduka ilaa ma’aad)”
kalau
sudah dapat dilakukan demikian insya Allah walau kita mati di negeri
kita jenazah tubuh kita akan dibawa Malaikat ke Makkah berkubur.
Ke Madinah : masuk madinah dengan niat : “inilah negerimu yang aman ya Tuhan maka amankanlah aku dan haramkanlah kulitku dan dagingku untuk dimakan api neraka.
Masuk
mesjid terus shalat tahiyyatul mesjid dahulu, usahakan dekat di
Raudah, setelah shalat pergi ke makam Nabi, dan setelah dekat engkau
berhentilah sejenak, memandang ke kuburan Rasulullah seakan-akan engkau
berhadapan dengan Rasulullah sebab Rasulullah telah bersabda: “barang
siapa yang menziarahiku setelah matiku maka sama saja ia menziarahiku
diwaktu hidupku”. Lalu memberi salam kepada Rasuulullah :
Assalaamu ‘alaikum ya Rasuulullah
Assalaamu ‘alaikum ya habiiballah
Assalaamu ‘alaikum ya safwatallah
Di Makkah dan di Madinah hendaknya dapat diusahakan melaksanakan shalat 40 rakaat dan di mana-mana memperbanyak do’a :
(rabbanaa aatinaa fid dun-ya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaabannaar)
bila
telah hendak meninggalkan Madinah hendaklah pula ziarah pamitan di
kuburan Rasuulullah, sama saja pada pertamanya kita berziarah tadi hanya
ditambah dengan do’a: “ya Tuhan selamatkan Aku pulang pergi
sampai ke negeriku dan janganlah kali ini saja saya diberikan berziarah
pada kuburan Nabi kami ini.
Bila telah tiba di negeri
usahakan dahulu jangan terus ke rumahnya tapi usahakan dahulu shalat
tiba di mesjid yang terdekat di rumah anda.
catatan :
Kami mohon maaf karena Rahasia Haji ini tidak kami memuat secara sempurnah, titik-titik yang ada di dalamnya disitulah rahasia sebenarnya. Jika ingin tau secara sempurnah silahkan hubungi saya di email putrababa@yahoo.com, atau download e-book nya di sini
Senin, 07 Juni 2010
Langganan:
Komentar (Atom)