Ibadah haji adalah merupakan sebuah kewajiban yang terletak pada
urutan terakhir dari rukun islam, kenapa ditempatkan pada urutan
terakhir? Hal ini disebabkan karena pelaksanaan ibadah haji adalah
merupakan kewajiban yang paling berat diantara sekian banyak kewajiban
yang diwajibkan oleh Allah terhadap kita ummat Islam.
Oleh
sebab itu tidak semua ummat Islam dikenakan kewajiban melaksanaan
ibadah haji. Hanya mereka orang-orang yang betul-betul mempunyai
kemampuan yang diwajibkan untuk melaksanakannya, baik itu kemampuan dari
segi materi maupun dari segi kemampuan fisik (kesehatan).
Kemampuan
dari segi materi dan fisik (sehat jasmani dan rohani) adalah merupakan
syarat mutlak wajibnya seseorang melaksanakan ibadah haji, dalam artian
bahwa jika seseorang mampu dari segi materi dan sehat jasmani dan
rohaninya maka orang tersebut telah terbebani kewajiban untuk
melaksanakan ibadah haji.
Dalam melaksanakan Ibadah
Haji kita harus mampu menggapai haji yang mabrur, karena itulah tujuan
pelaksanaan haji yang ingin dicapai, Rasulullah Saw bersabda :
“Tidak ada balasan bagi yang mencapai Haji mabrur selain balasan berupa Syurga”
Namun
kenyataanya, banyak saudara-saudara kita yang telah melaksanakan ibadah
haji namun tidak mendapatkan haji yang mabrur. Kenapa terjadi demikian?
Hal ini disebabkan oleh karena dua faktor utama :
1. Niat yang salah
Banyak
ummat islam yang menunaikan ibadah haji bukan karena tuntutan kewajiban
tetapi karena adanya maksud-maksud tertentu. Ada yang melaksanakan
ibadah haji karena ingin mendapatkan gelar haji dan ada pula yang
melaksanakan ibadah haji karena sekedar ingin jalan-jalan atau piknik
ke Mekah.Inilah salah satu contoh niat yang dapat menghambat seseorang
bisa mencapai haji yang mabrur.
2. Tidak adanya pengetahuan yang maksimal tentang ibadah haji itu sendiri.
Perlu
kita sadari bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji, disamping kemampuan
dari segi materi dan kemampuan dari segi fisik kita juga dituntut untuk
memiliki keampuan dibidang ilmu pengetahuan tentang pelaksanaan haji itu
sendiri, sebab pada hakekatnya segala ibadah apapun yang kita lakukan
tanpa adanya pengetahuan tentang ibadah tersebut maka ibadah yang kita
lakukan itu bisa dipastikan tidak akan mencapai kesempurnaan bahkan
tidak sah, sehingga sia-sialah ibadah yang kita laksanakan itu.
Oleh
sebab itu perlu kita benar-banar harus meluruskan/memperbaiki niat dan
membekali diri dengan pengetahuan semaksimal mungkin tentang pelaksanaan
ibadah haji ini, sebab alangkah ruginya, harta, tenaga dan waktu telah
kita korbankan demi pelaksanaan haji sementara kita tidak bisa meraih
haji yang sebenarnya, yaitu haji yang mabrur.
Ada dua
pengetahuan penting yang perlu kita tuntut untuk bisa meraih haji yang
mabrur yaitu ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan syariat pelaksanaan
haji (manasik haji) seperti do’a-doa, dzikir-dzikir, rukun haji, wajib
haji, sunnat-sunnat haji dll, dan ilmu pengetahuan yang bekaitan dengan
hakikat pelaksanaan haji seperti I’tikad-I’tikad / niat-niat disetiap
Rangkaian kegiatan ibadah haji, bahkan sejak berangkat dari rumah hingga
sampai ke tanah suci mekah mulai dari mandi ihram, mengganti pakaian
dgn pakaian ihram, masuk mesjidil haram, melihat ka’bah, niat ihram di
Miqat, wuquf di Arafah, mabit dan memungut batu di Muzdalifah, melontar 3
jumroh dan bermalam di Mina, Thawaf di Baitullah, sa’i antara Sofa dan
Marwa,mencium hajaratul aswad, tahallul dll, semua kegiatan ini sarat
dengan rahasia-rahasia atau nilai filosofis di balik perbuatan-perbuatan
tersebut yang tentunya dalam pelaksanaannya ada I’tikad (niat) yang
harus ditanamkan dalam hati sesuai hakekat yang sbenarnya.
Sebagai
bahan renungan kami sedikit ingin memberikan gambaran bahwa Sebagian
besar rangkaian dalam pelaksanaan ibadah haji itu adalah
gambaran-gambaran perjalanan menuju akhirat, perjalanan pelaksanaan
Haji pada hakekatnya adalah perjalanan belajar untuk mati karena Tanah
suci Makkatul mukarromah dan Madinatul Musyarrofah itu adalah klisenya
akhirat. Maka disaat kita berangkat dari rumah hendaknya kita berniat
atau beri’tikad dalam hati bahwa kita meninggalkan dunia menuju akhirat.
Dikendaraan hendaknya memperbanyak taubat yang sebenarnya, dan
dii’tiqadkan sebagai orang yang telah berada dalam mudharah/dalam
adangan.jadi hendaknya banyak bersabar dan mengingat Allah
sebanyak-banyaknya. Sampai di Mekkah hendaknya kita berniat/beri’tikad
telah sampai di akhirat bukan di tanah arab.
Lebih jelasnya silahkan klik di sini
Itulah
sedikit gambaran yang kami uraikan tentang hakekat haji yang perlu kita
fahami secara mendalam agar kita bisa meraih haji yang mabrur.
Berkata seorang ulama besar bernama Junaidil Bagdadi:
‘barang
siapa naik haji dan ia tidak tahu rahasia/hakikat haji maka tidaklah
diterima/sempurna hajinya,walaupun ia naik haji berkali-kali”
Bagi
Saudara-saudara yang ingin memahami secara lengkap pengetahuan tentang
Rahasia-rahasia/Hakekat-hakekat haji ini silahkan kirim alamat email ke
email kami di bawah ini, atau download di sini
Email :
putrababana@yahoo.com
ilmuhikmah77@yahoo.com
ilmu.hikmah13@gmail.com
Jumat, 02 Maret 2012
Langganan:
Komentar (Atom)